Skip to content

Islam Multikultural Perkuat Karakter Siswa dan Budaya Sekolah: Pandangan Kepala SMK Nasional Malang tentang Seminar Nasional Pencegahan Bullying dan Intoleransi

Pendidikan di sekolah menengah kejuruan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan kepedulian sosial. Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan penting bagi SMK Nasional Malang dalam menyambut Seminar Nasional bertema “Penguatan Pendidikan Islam Multikultural untuk Pencegahan Bullying dan Intoleransi” yang diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Kegiatan yang melibatkan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ini diselenggarakan oleh para kandidat doktor dari Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural, Universitas Islam Malang (UNISMA). Seminar tersebut menjadi ruang edukasi bagi siswa untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun empati, serta menciptakan hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

Kepala SMK Nasional Malang, Syaiful, M.Pd., memandang kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepribadian unggul, berakhlak baik, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.

Melalui penguatan nilai-nilai Islam multikultural, siswa diharapkan memahami bahwa perbedaan latar belakang, pandangan, budaya, maupun kebiasaan bukanlah alasan untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, keberagaman perlu disikapi dengan rasa hormat, keterbukaan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin.

Lebih jauh, kegiatan ini dinilai dapat mendukung terciptanya budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Pemahaman mengenai bullying dan intoleransi diharapkan membantu siswa mengenali perilaku yang merugikan orang lain, berani mencari pertolongan, serta turut menjaga lingkungan pergaulan yang saling menghargai. Penguatan karakter ini juga menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah akan pentingnya peran bersama dalam mencegah perundungan.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang akademisi dan praktisi. Salah satunya adalah Drs. Rusdi, M.Si., M.Pd., yang pernah menjabat sebagai kepala SMK Nasional Malang periode 2024–2026 dan kini melanjutkan studi doktoral di UNISMA setelah purna tugas. Perjalanan akademiknya menunjukkan bahwa semangat belajar dan berkontribusi bagi masyarakat dapat terus tumbuh sepanjang hayat.

Narasumber lainnya, H. Abubakar, S.Pd.I., M.Pd.I., menekankan pentingnya memahami latar belakang budaya orang lain agar seseorang tidak mudah menghakimi atau menghina mereka yang berbeda. Sementara itu, Fatiha Aulia Riska, S.H.I., S.H., M.H., mengingatkan bahwa tindakan bullying tertentu dapat memiliki konsekuensi hukum dan penting untuk dilaporkan melalui jalur yang tepat. Kegiatan ini juga menghadirkan Qoidy Hilman Handami, M.Pd., serta Mistria Harmonis, M.Pd.

Bagi SMK Nasional Malang, seminar ini sekaligus menjadi kesempatan memperluas kolaborasi akademik dengan UNISMA, para pendidik, dan praktisi. Sinergi semacam ini diharapkan memperkaya pengalaman belajar siswa serta meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada kompetensi sekaligus karakter.

Kegiatan ditutup dengan penyaluran bantuan kepada siswa yatim. Aksi tersebut memperkuat pesan bahwa pendidikan multikultural tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian, dan solidaritas sosial.

Melalui kegiatan ini, SMK Nasional Malang berharap semakin tumbuh generasi yang terampil, berakhlak, berempati, dan mampu menghargai keberagaman. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya terlihat dari kemampuan siswa dalam bidang keahlian, melainkan juga dari cara mereka memperlakukan sesama dan mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang lebih baik.